Minggu pagi, 26 April 2026, pukul 09.30 WITA, langkah kami—saya dan rekan perjalanan, Gusti—mengarah ke sebuah destinasi yang belum banyak tersentuh sorotan. Kolam ajaib di Kampung Lebo, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Udara pagi itu terasa sejuk, diselimuti gerimis tipis yang justru menambah romantika perjalanan. Lanskap khas ujung utara menyambut hangat.
Hamparan sawah terasering, aliran sungai yang bergemuruh, dan hijaunya kebun warga yang membentang sejauh mata memandang. 
Perjalanan menuju lokasi terasa seperti terapi alami—menenangkan sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu.


Menyusuri Jalan Sunyi Menuju Keajaiban Alam

Sekitar pukul 10.15 WITA, kami tiba dan langsung melanjutkan perjalanan menyusuri jalur kecil—“jalan tikus” yang biasa digunakan petani menuju ladang. 
Trek ini bukan tanpa tantangan. Semak belukar yang rapat, jalur tanah yang licin, hingga medan yang naik turun justru menjadi bagian dari petualangan yang tak terlupakan.
Namun, setiap langkah seakan terbayar lunas saat suara gemericik air mulai terdengar—pertanda bahwa kami semakin dekat dengan tujuan utama: kolam ajaib yang dikenal warga sebagai “Loka”.


Loka Lebo: Air Mendidih yang Tak Pernah Padam

Di balik kesunyian Kampung Lebo, tersembunyi fenomena alam yang langka. Kolam ini berisi air yang tampak terus mendidih tanpa henti. Uniknya, air tersebut terasa hangat dan sedikit asin saat disentuh.
Bagi masyarakat setempat, “Loka” bukan sekadar keajaiban alam, tetapi juga memiliki nilai sakral.
Donsi (43), salah satu warga, mengungkapkan bahwa kolam ini telah lama dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan.
Donsi menambahkan kisah yang beredar di kampung tersebut. Konon, seseorang yang pernah menderita penyakit kulit seperti kudis, sembuh setelah mandi di kolam ini. 
Cerita-cerita semacam ini semakin memperkuat aura mistis sekaligus daya tarik wisata Loka Lebo.
Donsi menceritakan bahwa Loka Lebo memiliki beragam bentuk dan ukuran—ada yang bulat, ada pula yang menyerupai sabit, tersebar di lokasi yang terpisah. 
Tempat ini dipercaya dihuni makhluk gaib, mulai dari arwah leluhur hingga bidadari. Kolam ini sangat sakral, sehingga tidak boleh disentuh sembarangan, baik oleh masyarakat setempat maupun pengunjung yang datang untuk menikmatinya.


Lebih dari Sekadar Wisata Alam

Selama ini, Nusa Tenggara Timur dikenal luas lewat pantai eksotis, panorama matahari terbit dan terbenam, serta kekayaan baharinya. 
Namun, Loka Lebo menjadi bukti bahwa wilayah ini juga menyimpan pesona wisata darat yang tak kalah memikat.
Sayangnya, keindahan ini masih tersembunyi. Minimnya promosi membuat destinasi ini jarang dikunjungi wisatawan. Padahal, dari sisi keunikan, nilai budaya, hingga pengalaman yang ditawarkan, Loka Lebo memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan.


Wisata Rohani di Gua Bunda Maria Loka Lebo

Tak jauh dari kolam air mendidih, terdapat tempat ziarah yang menambah dimensi spiritual perjalanan: Gua Bunda Maria Loka Lebo.
Gua ini menjadi ruang refleksi dan doa bagi para pengunjung. Lingkungannya yang tenang dan tertata rapi membuat siapa pun betah berlama-lama. Fasilitas seperti penginapan sederhana dan bangku-bangku santai juga tersedia, menjadikannya lokasi yang ramah bagi wisatawan.


Akses dan Rute Perjalanan

Perjalanan menuju Kampung Lebo memang cukup panjang, sekitar 100 kilometer dari Borong. Namun akses jalan yang relatif baik membuat perjalanan tetap nyaman.
Dari Borong, wisatawan akan melewati jalan provinsi menuju Kampung Pedak di Desa Mokel. Sebelum tiba di Kampung Deru, terdapat simpang empat—ambil arah kanan menuju Kampung Lebo. 
Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan oleh kebun kakao dan bentangan sawah yang luas.


Permata Tersembunyi yang Menanti Ditemukan

Loka Lebo adalah gambaran sempurna tentang bagaimana alam, budaya, dan kepercayaan lokal berpadu dalam harmoni. Ia bukan hanya destinasi, tetapi pengalaman—tentang perjalanan, ketenangan, dan kekaguman pada ciptaan alam.
Bagi pencinta petualangan dan pencari ketenangan, tempat ini adalah jawaban yang selama ini mungkin belum Anda ketahui.
Kini, tinggal satu pertanyaan: Kapan Anda menjelajahi Loka Lebo?*

 
Ditulis oleh: Mulia Donan | 27 April 2026


NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

sidebar