
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama masyarakat setempat menyepakati sejumlah langkah strategis untuk pengembangan destinasi wisata Padang Savana Tanjung Bendera dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Daya Tarik Wisata yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kota Komba, Waelengga, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur, Bapak Rofinus Hibur Hijau dan dihadiri Camat Emanuel J.W. Lodhu, Anggota DPRD Manggarai Timur Dapil Kota Komba dan Kota Komba Utara Petrus Yohanes Elmiance, Kapolsek Kota Komba Hironimus Juntung, Danpos Waelengga Florianus Ansis Son, para tetua adat, pelaku usaha pariwisata, tokoh pemuda, serta pengelola destinasi wisata setempat.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas. Materi disampaikan oleh akademisi dan praktisi pariwisata, Marta Muslin dan Leonardus Nyoman, yang membahas pengembangan kepariwisataan, pelibatan masyarakat, serta tata kelola destinasi wisata.
Usai sesi pemaparan materi, peserta mengikuti dialog dan diskusi mengenai arah pengembangan kawasan wisata savana yang menjadi salah satu potensi unggulan di Kecamatan Kota Komba.

Dari hasil diskusi, peserta menyepakati perubahan nama lokasi wisata dari Padang Savana Mausui menjadi Padang Savana Tanjung Bendera. Selain itu, masyarakat juga menyetujui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola kawasan wisata tersebut.
Kesepakatan lainnya mencakup penyediaan lahan oleh masyarakat untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet, sarana air bersih, area parkir, dan kantor pengelola. Peserta juga menyetujui penetapan tarif layanan wisata yang meliputi parkir kendaraan, penyewaan kuda, serta izin penerbangan drone di kawasan savana.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur, DPRD, Pemerintah Kecamatan Kota Komba, serta para tetua adat.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola dan pengembangan Padang Savana Tanjung Bendera sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.





















