Pada Jumat, 12 Juni 2026 telah dilaksanakan agenda penyerahan lahan oleh masyarakat di Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Padang Savana Tanjung Bendera. Penyerahan lahan tersebut diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Bapak Tarsisius Sjukur, S.S., dengan luas area sekitar 100 x 50 meter. Lahan tersebut diserahkan oleh tetua adat Suku Nggeli dan disaksikan oleh tetua adat dari tiga suku lainnya, yaitu Suku Motu, Suku Sui, dan Suku Kewi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Kota Komba, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Daerah Pemilihan Kota Komba dan Kota Komba Utara, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta masyarakat dari berbagai suku dan wilayah sekitar.

 

 

Prosesi penyerahan lahan dilaksanakan secara adat dan simbolis melalui upacara adat yang dilanjutkan dengan penanaman pilar pada lokasi yang telah diserahkan. Penyerahan lahan tersebut merupakan bentuk partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana penunjang pariwisata di kawasan Padang Savana Tanjung Bendera. Momentum ini juga menjadi penanda resmi perubahan nama destinasi wisata dari Padang Savana Mausui menjadi Padang Savana Tanjung Bendera.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga akan mendukung pengembangan daya tarik wisata Savana Tanjung Bendera dengan menginisiasi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Savana Tanjung Bendera serta melakukan pendampingan dan penguatan kelembagaan melalui berbagai kegiatan, antara lain pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan manajemen tata kelola daya tarik wisata, pelatihan kuliner dan homestay, serta dukungan promosi melalui kegiatan familiarization trip ke Savana Tanjung Bendera. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur, Rofinus Hibur Hijau, M.Pd., melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Antonius Cangkung, S.S.

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Manggarai Timur, Bapak Tarsisius Sjukur, S.S., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat adat, khususnya kepada empat suku yang secara sukarela menyerahkan lahan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk pembangunan sarana dan fasilitas pendukung pariwisata.

Beliau menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tetua dan masyarakat adat Suku Nggeli, Suku Motu, Suku Sui, dan Suku Kewi yang telah hadir dan memberikan dukungan bagi pembangunan pariwisata di Manggarai Timur. “Terima kasih atas kerelaan Bapak dan Ibu sekalian. Penyerahan tanah ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat kepada pemerintah untuk bersama-sama membangun kawasan wisata yang dapat memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang,” ujar Tarsisius Sjukur.

 

 

Bapak Wakil Bupati menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata Padang Savana Tanjung Bendera akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan tetap menghormati nilai-nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat setempat. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan memulai proses sertifikasi lahan melalui perangkat daerah terkait, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di kawasan tersebut.

Penyerahan lahan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mewujudkan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata yang memadai. Dengan tersedianya berbagai sarana dan prasarana penunjang, Padang Savana Tanjung Bendera diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat serta memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Manggarai Timur.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Penasihat Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Brigjen TNI (Purn.) Embu Agapitus, M.Si. (Han.), beserta jajarannya. Kehadiran FASI bertujuan untuk meninjau lokasi sekaligus melakukan uji coba olahraga paralayang di kawasan Padang Savana Tanjung Bendera.

 

 

 

Menurut Embu Agapitus, selain memiliki panorama alam yang indah, kawasan Padang Savana Tanjung Bendera juga didukung oleh kondisi angin dan tingkat kemiringan bukit yang sangat potensial untuk pengembangan olahraga paralayang. Ia berharap pengembangan destinasi wisata ini ke depan tidak hanya menarik wisatawan umum, tetapi juga komunitas dan pegiat olahraga dirgantara dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Manggarai Timur.

Dengan potensi alam yang dimiliki serta dukungan penuh dari masyarakat adat dan pemerintah daerah, Padang Savana Tanjung Bendera diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya dan pengembangan olahraga wisata di Kabupaten Manggarai Timur.


NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

sidebar